Saat Ibun berada di Ruang Makan sambil menyeruput segelas teh manis hangat, tiba-tiba HP Ibun berbunyi. Nama yang Ibun kenal, nama Pamong Adek di Pondok. Tidak biasa sebenarnya Adek telpon Ibun pagi-pagi, seringnya sih siang atau sore. Ada apakah gerangan?
Hehehe, ternyata seperti biasa minta dikirimi barang-barang yang dibutuhkan. Padahal belum ada seminggu Adek pulang dan membawa beberapa kebutuhannya dalam kardus lumayan besar juga. Ternyata ada juga yang tercecer. Dalam pesan Wa tertulis ada odol, sabun cuci muka, susu Zee (susu kesukaanAdek), plastik es sedang, dan makanan.
Minta tambahan uang saku juga, nah ini yang berat. Bukan apa-apa dia perlu belajar untuk mengatur pengeluarannya.
Biasanya kalau Adek telpon suka kebawa emosi karena sinyal di sana nggak ok banget. Jadi pesan suka lama atau terhambat. Tapi nggak tahu pagi ini sinyal baik dan suasana hati Ibun juga baik-baik aja. Jadi komunikasi kami lancar. Ibun mencoba mendengar tanpa memotong pembicaraannya. Begitu Adek sudah selesai, baru deh Ibun gantian menyampaikan pesan. Kita mencoba memahami satu sama lain terkait kebutuhan dan kesanggupan.
Oya, Ibun juga sampaikan kalau Adek harus tes ulang masuk SMU swasta gelombang I kemarin. Bukan karena tidak diterima tapi Ibun terlambat bayar daftar ulang. Ibun minta maaf untuk keteledoran Ibun. Adek pun bisa memahami. Ketika Ibun tanyakan, "Bagaimana perasaan Adek?"
"Nggak apa kok, Bun. Biasa aja!" jawabnya.
Ibun bersyukur sekali pengertiannya. In syaa Allah Adek akan mendapat ganti yang lebih barokah. Aaminn.
#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#tahapkepompong
#latihilmunya30hari
#T30Hday2


Tidak ada komentar:
Posting Komentar