Saatnya menjadi kepompong. Bertumbuh dan berkembang dalam kesendirian. Membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga Ibun bisa ya.
Tangtangan 30 hari sebagai kepompong yang Ibun lakukan adalah Menjadi Pendengar Yang Baik. Kalau melihat peta belajar, ini adalah sub-skill yang akan Ibun kembangkan. Mengapa?
Ibun menyadari anak-anak sering protes,"Ibun, dengerin nggak sih?"
Rasanya itu sudah cukup menjadi alasan bahwa Ibun bukan pendengar yang baik untuk mereka. Ibun bisa mendengarkan pasien-pasien saat mereka mengeluh gejala mereka. Tapi kenapa kok anak-anak merasa tidak didengarkan. Kemampuan mendengarkan Ibun mereka harus ditingkatkan. Ibun kan ingin menjadi CEO yang baik untuk Keluarga Pras. Salah satu softskill sebagai CEO adalah menjadi pendengar yang baik 😉. Cucok ya.
Aktivitas hari I ini, Ibun mencoba mendengarkan dengan pikiran terbuka. Saat di ruang makan, Ibun menyaksikan sendiri dialog antara Kakak dan Aa yang berujung satu marah dan satu lagi terluka kemudian menangis.
Inginnya sih Ibun segera menyelesaikan masalah supaya cepat kelar. Nggak ada uneg-uneg di hati dan bisa clear. Tapi situasi tidak memungkinkan. Kakak belum bersedia diajak membicarakan perasaannya. Aa juga sama, ia merasa nggak salah dengan apa yang dilakukan.
Baik-lah, mungkin perlu waktu yang tepat untuk mendengarkan mereka bicara. Itu hikmah yang Ibun dapat hari ini.
Alhamdulillah, Ya Allah. Engkau hadirkan pelajaran berharga hari ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar