Senin, 16 September 2019

Mood Booster

Tantangan hari ke-lima nih. Tidak seperti tantangan-tantangan sebelumnya tema sudah ditentukan, mulai hari ke-lima tema bebaaas. Malah jadi bingung mau menulis apa. Maklum ya baru belajar menulis. Cuma bermodal semangat dan lebih banyak nekad sebenarnya 😁.

Jadi Ibun memutuskan untuk menulis tentang kejadian kemarin bertemu dengan para 'sahabat jiwa'. Sahabat jiwa? Siapa mereka? Sahabat jiwa adalah teman-teman Ibun bisa seorang konsumen, caregiver, dan pemerhati kesehatan jiwa yang terkumpul dalam komunitas konsumen. Ceritanya Ibun salah seorang founder komunitas konsumen, Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI). Ibun bersama mas Bagus Utomo membuat komunitas konsumen mempunyai visi mengupayakan kesetaraan orang dengan gangguan jiwa dengan masyarakat pada umumnya. Nah, KPSI sudah memiliki beberapa simpul di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya di Yogyakarta. Kapan-kapan saja ya cerita tentang komunitas konsumen KPSI. Ibun mau cerita tentang bagaimana rasanya ketika bertemu dengan para sahabat jiwa memiliki dampak mood booster. 

Sudah lama sebenarnya ingin berkumpul dengan para sahabat jiwa yang terhimpun dalam kepengurusan KPSI Simpul Yogya. Tapi, beberapa minggu lalu Ibun sama sekali tidak bisa bertemu karena sedang konsentrasi acara dalam rangka DMD Awareness World Day, tanggal 7 September lalu. Akhirnya setelah selesai kita bisa kumpul-kumpul lagi deh. Baiknya mereka, memilih tempat yang paling dekat rumah Ibun di Jakal. Berhubung cari yang bisa pul-kumpul, bisa lama, dan ada makanan pilihan jatuh pada KFC Jakal deh. 

Ibu mengira yang pertama datang adalah Ibun ternyata sudah didahului oleh mas Jerrie. Kita terus pesan makanan karena Ibun lapar banget. Iya hari yang sama Ibun baru selesai arisan RT kebetulan Ibun nguduh arisan. Kemudian kita bincang-bincang. Pembicaraan seputar obat-obat psikotik. Mas Jerrie seorang konsumen jiwa yang saat ini telah pulih. Luar biasa deh perjuanganna untuk pulih. Setelah itu kemudian datang mas Hendy. Mas Hendy sebenarnya salah satu pengurus KPSI Simpul Bali berhubung sedang belajar di Magister Psikologi di UGM, dia mendedikasikan diri menjadi volunteer di KPSI Simpul Yogya. (keren ya...👏). Ada yang lucu dari mas Hendy, beliau minta maaf maaf datang terlambat karena harus masak dulu. Masak? Ternyata mas Hendy setiap hari yang memasak untuk keluarga karena istrinya kurang mampu untuk memasak...wow hebat euy 👍)

Kemudian siapa lagi yang datang? Ahaa...si cantik, mbak Galih. Mbak Galih seorang caregiver dari adiknya. Wah ini makhluk selain cantik berhati lembut dengan kesabarannya berhasil mengantarkan adiknya menuju gerbang pernikahan dan saat ini adiknya semakin pulih. Biasanya kalau cerita tentang saat mendampingi adiknya mbak Galih kerap kali disertai uraian air mata, dan sekarang raut wajahnya semakin ceria. Selamat ya mbak, ikut bahagia mendengarnya. 

Selanjutnya yang datang adalah bunda Fatma. Ibu cantik yang energik. Jauh-jauh dari Kota Gede menyempatkan diri untuk berkumpul bersama kami. Bunda Fatma adalah seorang caregiver dari anaknya. Bila mendengar beliau bercerita dengan selalu semangat, kita yang mendengarkan ikut semangat juga. Ditambah kalau bercerita selalu disertai mimik yang lucu,  juga disertai derai tawa membuat teman bicaranya ikut merasa senang. Bahkan saat bicara hal-hal yang menyedihkan pun Bunda Fatma masih bisa tertawa. Wow..how amazing woman she is. 

Terus kita berkumpul mau ngapain? Tadinya kehadiran Ibun disana mau pamitan. Nggak bisa terlalu incharge lagi dalam setiap kegiatan KPSI termasuk dalam meng-inisiasi kopi darat. Dengan alasan kesehatan diri Ibun dan keluarga memang seharusnya Ibun sudah mulai membatasi diri. Tapi...Ibun ternyata nggak bisa lepas begitu saja. Hati Ibun tidak bisa lepas dari KPSI yang Ibun bangun sejak 19 tahun lalu di Yogya. Akhirnya Ibun tetap berada banyak di balik layar dan hadir pada saat Ibun dibutuhkan untuk mengelola kelas. Terima kasih sahabat jiwa untuk pengertian kalian (bikin haru...😢)

Here we are....
(ki-ka : mas Jerrie, mbak Galih, Bunda Fatma, Ibun, dan mas Hendy)

Selalu saat kumpul Bunda Fatma datang dengan makanan cemilan. Waah, dia mah nekad aja makanan dari luar digelar di meja padahal biasanya kalau kita makan di resto ngga  boleh ada makanan dari luar ya. Aaah, cuek aja kita mah....😆.

Kita banyak berbincang tentang kegiatan-kegiatan untuk teman-teman komunitas dalam sebulan ke depan. Oya, bulan depan tepatnya tanggal 10 Oktober adalah Mental Health World Day (Hari Kesehatan Mental Sedunia). Keinginan teman-teman kita melakukan usaha promotif  champaign about mental health. Setujuuuu saja saya mah. Selain itu ada beberapa kegiatan lain seperti berkreasi dengan decoupage nanti akan dimotori mbak Galih. Ibun bantu-bantu untuk kegiatan peer support, rencananya akan dilaksanakan tanggal 6 Oktober 2019 dengan tema Halusinasi. 

Selalu ya...ketika bertemu sahabat jiwa yang Ibun rasakan kebahagian. Kebahagian saling memberi pelajaran hidup dalam berjuang untuk bangkit dari segala masalah. Makanya jadi mood bootser bagi Ibun. 

Salam sehat jiwa...para sahabat jiwa. 

#tantanganseptemberceria
#tujuhharibercerita
#rumahbelajarliterasiipjogja
#Harikelima


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Kupu-kupu Pekan 7 : Terima Kasih Mentor dan Mentee

  Aaaah, nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Pekan Tujuh, akhir dari tahap kupu-kupu. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. Berkat Rahmat-M...