Minggu ke-4 sebagai ulat ya fasenya makan-makan. Pilih makanan yang bergizi untuk hibernasi nanti saat menjadi kepompong. Wah, seekor ulat kecil seperti Ibun disuruh mengelilingi pohon apel rasanya nggak mampu. Jadi Ibun pilih-pilih deh makanan yang sesuai dengan kebutuhan. Alih-alih tak mampu dan daya tampung terbatas, supaya tidak jadi ulat pemakan segala hehehe. Kalau tidak terbatas waktu sih, rasanya mau melahap semua, tapi ya tetap kudu sadar diri ya.
Ibun nggak boleh maruk ya. Ibun cuma memilih 5 makanan yang Ibun suka dan diperlukan. Sejak tanggal 15 Februari sudah banyak banget makanan yang disajikan. Tapi ya benar-benar harus dipilih dengan baik. Walaupun semua makanan baik. Apa saja sih makanan yang Ibun pilih? Yuk, marii lihat!
Makanan I Ibun : Komunikasi Asertif, Nyatakan Perasaan dengan Jujur. Dibawakan oleh mbak Ibda Firlina Abde (IP Palembang) dengan baik dan jelas. Mbak Ibda dari keluarga : Komunikasi Interpersonal.
Jadi macam-macam komunikasi itu ada 4 yaitu : 1) passive agresive, 2) passive, 3) aggresive, dan 4) asertif.
Komunikasi asertif itu kita perlu memahami dan berempati melihat kondisi komunikan (lawan bicara) saat itu, sehingga diharapkan dengan adanya empati, kita dapat bicara dengan jujur, jelas, dan dapat diterima dengan baik tanpa harus menyinggung perasaan.
Makanan II Ibun : Menerapkan Games Based Learning di Rumah. Ini juga dibawakan oleh mbak Elis Tiowaty (IP Malang Raya) dengan jelas. Jadi, games di sini digunakan sebagai pembelajaran, sebagai metode belajar. Bukan permainan yang disisipkan dalam mata pelajaran. Beliau mencontohkan kartu domino itu bisa jadi media permainan dalam belajar mengenal angka, perjumlahan, perkalian dan lainnya. Ada 3 unsur yang perlu diperhatikan dalam games yaitu :
1. Role : peran-peran apa saja dalam permainnan tersebut.
2. Rules : aturan permainan
3. Result : hasil dari permainan itu apa.
Fase dalam GBL yaitu : 1) briefing : menjelaskan aturan permainan, do and don't dalam permainan, penjelasan lain terkait permainan; 2) playing : jalannya permainan; 3) debriefing : diskusi dari permainannya (bagaimana bisa menang/kalah, apa yang harus dilakukan bila ingin menang, apakah hikmah dari permainan wah, bisa seru akhirnya. Bisa dicontoh nih supaya jadi media komunikasi dalam keluarga.
Makanan III Ibun : How to be Powerful Public Speaker. Narasumber materi ini adalah Mbak Eka Raditia Yosa dari IP TangSel, Keluarga Publik Speaking.Ada etika yang perlu dipenuhi ketika ingin menjadi public speaker yang powerful yaitu :
1) memiliki tujuan yang baik; 2) mempersiapkan materi dengan matang; 3) jujur dalam menyampaikan materi; 4) menggunakan bahasa yang baik; 5) mengindari etnosentris; 6) menghindari plagiarisme.
Makanan IV Ibun : Bagaimana Memulai dan Konsisten Menulis Jurnal. Dibawakan dengan baik dan jelas serta sistematis oleh mbak Esti Martiolita dari IP Palembang, keluarga Journaling.
Beliau menguraikan sedikit tentang apa manfaat menulis jurnal. Tapi pembahasan ditekankan bagaimana supaya kita dapat konsisten dalam menulis jurnal. Ada 4 hal yaitu :
1) Strong why, haruslah jelas. Agar saat goyah kita bisa kembali pada jalan yang benar hehehe.
2) Keep writing, teruslah menulis jangan takut salah, jangan membandingkan dengan jurnal orang lain. Jadilah terbaik versi diri sendiri.
3) Tentukan durasi, tentukan lamanya menulis berapa lama, waktu terbaik menulis kapan.
4) Jadikan rutinitas, ketika sudah menjadi habit segala sesuatu akan terasa mudah dan jelas.
Makanan V Ibun : Pengaruh Feminisme terhadap Ketahanan Keluarga. Wah ini materi keren abis, anti-mainstream. Nara sumbernya ok banget, dari keluarga Ibun sendiri yaitu Ketahanan Keluarga. Beliau kepala keluarga kami, namanya mbak Nani Purnasih (IP Banten).
Wah, keren abis deh pembahasannya. Mbak Nani menjelaskan begitu sistematis, mulai dari sejarah lahirnya kaum feminisme berikut proses revolusin kaum tersebut yang terpecah-pecah sesuai tujuan masing-masing kelompok, sampai pada dampak tuntutan kesetaraan gender.
Semua dikupas tuntas dalam waktu kurang dari 30 menit. Keren deh. Ada satu hal yang Ibun suka. "Dalam Islam tidak ada kesetaraan gender, yang ada adalah keserasian gender karena Allah telah memberikan sesuai fitrah sebagai perempuan yaitu fitrah keibuannya dan laki-laki yaitu fitrah kebapakaannya. Ketika fitrah itu hilang makan munculnya pembenaran hubungan-hubungan antar sesama jenis dimana fitrah seksualitas masing-masing individu telah terabaikan. Sukses mbak Nani. I am proud of you.
Terus makanan minggu ini apa nih. Heheh, Ibun sesuai dengan peta belajar Ibun lah. Sumbernya dari buku. Judul buku : Parents The Ultimate Career Coach. Penulis : Albert Egmont. Penerbit : Growing Publishing.Kenapa buku ini menarik, karena isinya bagus. Ibun banyak refleksi diri nih saat membaca buku ini. Semoga Ibun bisa menjadi coach untuk anak-anak Ibun untuk mencapai cita-cita mereka dan menjadi insan kamil. Aamiin.
#institutibuprofesional
#pertemuankeluargaketahanankeluarga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar