Membingungkan. Itu yang Ibun rasakan hari ini. Tapi memang semuanya sudah ada yang mengatur ya.
Ceritanya Ibun sudah mengupayakan agar anak-anak bisa kerjasama sesuai kesepakatan. Ibun menuliskan tugas-tugas yang harus mereka lakukan.
Ibun senang dong ketika pulang dari RS semua sudah beres. Sampah residu sudah dibuang ke depan. Muntahan Siomay sdh bersih. Pokoknya senang deh rasanya.
Ternyata, semua pekerjaan itu dilakukan bukan oleh mereka tapi oleh asisten rumah tangga. Ceritanya Ibun punya ASR pacokan untuk menyetrika pakaian.
Ibun boleh dong verifikasi pada mereka kenapa ASR yang melakukannya. Ternyata mereka kurang peduli. Mereka sebenarnya bisa jika memang mau karena ASR mengerjakannya setelah selesai tugas di rumah. Setelah Ibun konfirmasi ternyata mas sedang tidur, kakak juga lagi kuliah online. Padahal sebelumnya mereka bisa saja menyelesaikan jika memang niat.
Kecewa? Iya.Bingung? Juga iya.
Belum lagi ditambah kakak saat Ibun pulang wajahnya bertekuk-tekuk. Sementara saat Ibun di RS, kakak telepon Ibun masih ceria. Saat itu kakak mau ke kampus nyari buku dan membeli keranjang untuk Siomay. Siomay rencana mau diperiksakan ke Klinik.
Setelah konfirmasi ke bapak, Kakak tersinggung perkataan bapak.
Bapak berkata,"Kalau punya piaraan itu ya mau dirawat, jangan mau enaknya saja."
"Jadi selama ini apa yang aku lakukan nggak ada harganya sama sekali," jawab kakak hasil konfirmasi Ibun pada bapak.
Runyam kan? Kenapa juga bapak harus berkata begitu. Ibun tahu sendiri bagaimana kakak memberikan perhatian yang cukup besar pada Siomay. Dia setiap hari memberi makan dan mengajak main. Memang untuk membuang kotoran sedang akan dilakukan bertahap sesuai kesepakatan kemarin.
Ibun mengakui kalau lupa memberikan rencana melatih kemandirian pada mereka. Termasuk program-program yang ibu lakukan.
Ok deh. Semoga besok lebih baik deh.
#harikelima #tantangan15hari #zona2kemandirian #pantaibentangpetualang #institutibuprofesional #petualangbahagia


Tidak ada komentar:
Posting Komentar