Selasa, 28 Januari 2020

Saatnya Ganti Sprai

Sebenarnya keinginan ibun sprai bed bapak diganti setiap tiga hari sekali seperti di rumah sakit. Tapi bapak menolak selalu alasannya masih bersih. Memang kelihatannya begitu tapi di bagian kepala seperti ada corak karena keringat bapak. Sprainya berwarna kesukaan ibun, hijau daun. Jadi kelihatan banget spt minyak tumpah.

Jadi  ceritanya saat ibu pulang dari rumah sakit jam 13.30. Bapak mengatakan sudah bab. Bab nya pun banyak. Setelah dibersihkan tidak langsung ibun pasangkan diapers karena biar kulitnya bernafas tidak dibungkus plastik terus. Ibun berpikir nggak bakalan bab lagi lah karena banyak banget. Bapak pun setuju, nanti pasang diaper nya setelah ibun pulang dari rapat.

Oya, sore tadi ibun bertemu dengan teman-teman pengacara dan polisi. Ada kasus perkosaan yang perlu kami diskusikan. Ibun berangkat jam 16.00 dari rumah. Kita sepakat jam 16.30 ketemuannya.

Kasusnya cukup pelik sehingga diskusi berasa heboh banget. Ibun nggak lihat kalau ada pesan wa di grup keluarga. Dan baru ibun buka setelah magrib. Ternyata pesannya bapak ingin bab karena sudah nggak bisa tahan jadi bab di bed deh. Duh, ibun jadi merasa bersalah. Untungnya diskusi sudah bisa dianggap selesai. Jadi ibun pamit duluan pulang.

Sesampai di rumah, anak-anak menyambut ibun.
"Yeeee...ibun pulang!"kata kakak dan mas Aa.
Ibun pun disambut dengan harum semerbak dari bed bapak. Dan kita pun tertawa bareng.
"Maaf ya pak...ibu telat baca pesan di wa,"kata ibun.
"Maaf juga ya bu, diskusinya jadi terganggu deh. Apa sudah selesai?"tanya bapak.
"Dianggap sudah aja pak."
"Nanti, setelah selesai ibu boleh kembali lagi kok,"kata bapak.
"Nggak lah pak, sudah malam juga."

Ibun nggak usah ceritakan bagaimana membersihkannya ya. Yang jelas setelah semua selesai, semua lega. Hikmahnya adalah sprai bapak dapat diganti tanpa harus berargumen dengan bapak..hahahha.

Memang sudah saatnya mengganti sprai ya pak.
Lagi..lagi Allah selalu memberi kesempatan pada ibun untuk mencari pahala. Capek...manusiawi lah kalau ibun capek. Tapi berasa puas karena melihat bapak kembali nyaman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Kupu-kupu Pekan 7 : Terima Kasih Mentor dan Mentee

  Aaaah, nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Pekan Tujuh, akhir dari tahap kupu-kupu. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. Berkat Rahmat-M...