Rabu, 29 Januari 2020

Jejaka Ibun Semakin Dewasa

Bangun pagi berasa capek sekali. Ibun nggak tahu kenapa? Rasanya malas untuk beranjak dari tempat tidur. Padahal pekerjaan banyak menanti. Seluruh badan rasanya pegal-pegal. Kalau ingat tadi malam sepertinya tidak ada pekerjaan yang memakan banyak tenaga selain mengurus kebersihan dan kenyamanan bapak.

Hari ini ibun masak seadanya. Alhamdulillah bapak sangat mengerti. Ibun hanya membuat dadar telur untuk semua. Satu-satu ibun buatkan, untuk bapak, kakak, dan mas Aa. Ibun sebenarnya galau. Besok ibun harus ikut pelatihan mewakili komite mutu RS. Pelatihannya di Solo mulai pagi hingga sore. Ibun khawatir bagaimana kalau bapak ngebrok lagi seperti kemarin. Siapa yang akan membersihkan. Rasanya nggak mungkin kalau bapak harus menunggu ibun pulang. Solo - Yogya bukan jarak yang dekat membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Sementara bapak tetap menginginkan ibun tetap berangkat. Tapi bapak tidak mau kalau dibersihkan dengan orang lain termasuk oleh mas Aa.

Setelah makan pagi, ibun dan bapak terlibat perbinangan seru. Ibun membutuhkan pernyataan bapak. Kalau bapak tidak mengizinkan ibun berngkat nggak masalah. Tapi bapak tidak juga jelas memberi pernyataan. Bapak mengatakan bahwa akan mengatur bab. Lah, bagaimana mungkin itukan panggilan alam. Seperti hal nya kentut apakah bisa ditahan. Seperti halnya bak apakah bisa ditahan.
Sedih rasanya.

Saat menyiapkan minum untuk bapak, mas Aa berdiri disamping ibun. Ibun bertanya apakah besok bisa pulang lebih cepat karena ibun harus pelatihan ke Solo.
"Kita lihat besok ya Bun, karena besok hari terakhir persiapan untuk DIKSAR."
"Bisa nggak ibun dibantu kalau bapak bab?" tanya ibun.
"Iya bisa bun, kemarin juga aku sudah bilang bapak mau nggak aku yang membersihkan tapi bapaknya yang nggak mau."
Terharu ibun mendengarnya. Ibun nggak nyangka mas Aa memiliki kepedulian yang cukup tinggi pada keluarga. Ia pun mulai menjadi pengganti bapak dalam hal memperbaiki keadaan yang rusak di rumah. Pipa talang air bocor, lampu mati karena cup lampu patah, sampai membuat saluran air hasil kondensasi ac yang selalu menggenang mas Aa bisa.

Jejaka ibun semakin dewasa. Buat ibun nggak penting rangking di kelas. Itu tidak terlalu membuat ibun bangga. Tapi ibu bangga karena kamu mulai belajar untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan. Keterampilan hidup itu tidak diajarkan di sekolah mas...tapi mari kita mulai dari rumah. Mari kita sama-sama belajar ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Kupu-kupu Pekan 7 : Terima Kasih Mentor dan Mentee

  Aaaah, nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Pekan Tujuh, akhir dari tahap kupu-kupu. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. Berkat Rahmat-M...