Ibuun, selamat ya telah berusaha dan berjuang melewati tantangan 4 game di tahap telur (Self-talk...😅). Luar biasa game-nya, baru kali ini belajar penuh dengan perasaan campur aduk. Takjub dengan Institut Ibu Profesional, mulai dari Ibu Septi sebagai Founder sampai Magika dan Kunang-kunang yang mendampingi dalam proses belajar. Apa insight yang Ibun rasakah dalam penjelajahan tahap telur ini Ibun tulis dalam aliran rasa.
Memulai tahap telur-telur dengan Telur Hijau. Mulai dari identifikasi aktivitas-aktivitas yang Ibun suka dan bisa sebagai Ibu dan Individu. Ada 5 (lima) telur hijau yang Ibun pilih. Kelima aktivitas itu semua Ibun suka dan bisa.
Pada tahap ini masih terasa biasa saja. Ibun masih merasa mampu untuk mengerjakan dengan baik. Mengerjakannya pun tidak mendekati jam Cinderella.
| Telur Merah Ibun Tika |
Tahap telur-telur kedua yaitu Telur Merah. Terus berkembang untuk identifikasi aktivitas dan keterampilan yang penting dan mendesak. Hmm, mulai deh kebingungan melanda. Ibun merasa yang Ibun tuliskan semua penting dan mendesak, ditambah lagi suka dan bisa. Mulai deh insecure, benar nggak sih apa yang sudah Ibun identifikasi. Ibun harus melakukan revisi telur hijau ketika menuliskan telur merah. Kenapa? Supaya benang merahnya bersambung (menurut Ibun) tapi ternyata hal ini dibolehkan oleh Magika. Ada 4 (empat) telur merah yang Ibun pilih.
Ibun nggak mau menunda tugas karena Ibun punya kelemahan gangguan perhatian jadi ya perlu terprogram jadwal pengerjaannya. Walaupun bingung, Ibun bisa tepat waktu dalam setor tugas.
Selanjut adalah tahap Telur Jingga. Pada tahap ini Ibun perlu memilih apa yang sebenarnya ingin dipelajari. Selain itu juga menentukan tujuan pembelajaran, outcome ingin Ibun raih. Dalam penentuan telur jingga, Ibun perlu memikirkan kembali tahapan telur merah dan hijau. Ibun memilih 2 (dua) telur jingga pada tahap ini. Itu pun Ibun harus kembali merevisi ulang telur hijau dan merah. Kenapa jadi semakin sedikit telurnya? Iya, karena perlu lebih mengerucut keterampilan apa yang perlu kita pelajari dan menyesuaikan dengan outcome yang Ibun inginkan.
Perfect Vs Special
Game terakhir tahap telur adalah membuat peta belajar. Ini juga tidak kalah seru. Ibun kembali membuat revisi ketika membuat peta belajar. Kenapa? Terus terang Ibun merasa nggak yakin dengan apa yang Ibun buat sebelumnya. Ya, tahu sendiri deh, kalau revisi berarti perlu mulai dari telur hijau - merah - jingga. Apa lagi ketika melihat album parade peta belajar teman-teman, wuiiih...bagus-bagus dan keren-keren semua. Ibun bingung harus mulai dari mana.
Untung saja, Ibun ingat quote yang pernah Kakak katakan pada Ibun. Ibun nggak perlu sempurna untuk menjadi Ibu yang spesial. "You don't have to be Perfect to be Special".
Akhirnya Ibun perlu menggunakan kacamata kuda membuat peta belajar versi Ibun sendiri.
| Peta Belajar Ibun Tika |
Taraaaaa...., ini peta belajar Ibun. Ibun tanyakan pada Kakak, mudah dimengerti nggak? Jawabnya."Bagus Bun, tinggal mengatur tata letaknnya aja supaya simetris."
Lah, ditanya apa dijawab juga apa. Whatever you say, thanks you bestie had to be my learning partner.
#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#bundacekatan
#aliranrasatahaptelur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar