Sabtu, 03 April 2021

Hari Ke - 3 : Iqro..iqro..iqro

 

Photo created by kues1 - www.freepik.com

Sejak hari pertama membaca adalah salah satu aktivitas yang masuk dalam jurnal bintang mas Aa. Kenapa? Karena sepanjang pengamatan Ibun, kalau sudah memegang buku yang disukai suka sulit diganggu. Sama asyiknya ketika ia sedang bermain game. Aktivitas ini Ibun kembangkan saja mulai dari jenis buku sampai kemampuan literasi. Syukur-syukur kalau bisa berkembang menjadi kemampuan menulis. Sebenarnya cukup terlambat sih kalau dilihat dari usia mas Aa. Tapi nggak apa-apa mungkin bisa jadi salah satu cara dalam menemukan dan mengembangkan fitrah yang ada pada dirinya. 

Hari pertama menulis jurnal kebetulan sekali Ibun dan mas Aa ke Toko Buku. Ibun memberi kesempatan mas untuk memilih buku yang ia sukai. Sejak SMP, mas Aa pembaca setia novel karta Tere Liye. Jadi buku pertama yang dia pilih adalah Pelangi. Ibun pikir buku kedua jenis buku yang serupa. Ternyata buku kedua yang ditunjukkan pada Ibun adalah buku Maxhavelar karya Multatuli. Wow, diluar dugaan. Ketika akan membayar di kasir, kami menemukan tumpukan buku karya Pramudya Ananta. Ibun menawarkan salah satu buku berjudul 'Sekali Peristiwa di Banten Selatan'. Ibun pikir, bacaannya perlu beragam. Mas pun tidak menolak. 

Dalam dua hari, dua buku berhasil diselesaikan yaitu buku Tere Liye dan Pramudya Ananta Toer. Buku Tere Liye, nggak ada kesulitan dalam memahami. Tapi untuk buku PAT, mas tampak perlu penyesuaian gaya penulisan dan bahasa. Ibun dengarkan saja apa yang mas sampaikan.

Hari ini belum sampai diskusi tentang buku Sekali Peristiwa di Banten Selatan, karena tadi sore mas harus mengajar TPA. Besok, kebetulan hari Minggu biasanya sambil sarapan pagi atau makan siang kita cerita-cerita di meja makan. Alhamdulillah jazakallohukhoiroh mas Aa, sudah menjadi teman belajar Ibun. 

Jurnal Bintang Hari Ke-3
#hariketiga
#tantangan15hari
#zona8bintang
#semuaanakadalahbintang
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia



Jumat, 02 April 2021

Hari Ke-2 : My Handyman

 

Business vector created by macrovector - www.freepik.com
Saat Bapak masih ada dan sehat, kalau ada barang yang rusak seperti kipas angin rusak, ledeng bocor, karet panci presto aus, dan masih banyak lagi selalu Bapak yang mengerjakan. Bapak tuh my lovely handyman. Saat Bapak sakit dan harus bed rest pun masih bisa memperbaiki barang yang rusak tapi dibantu Mas Aa. Sambil terbaring Bapak bisa memberi instruksi pada mas untuk memperbaiki barang. 

Saat ini semua sudah berubah. Tidak ada lagi Bapak yang ikutan sibuk memberi instruksi pada mas Aa. Hampir semua kerusakan di rumah sudah dapat di-handle oleh mas. Seperti beberapa hari lalu, keran kamar mandi kamar Ibun rusak. Memang sudah lama banget rusaknya karena memang sudah lama dan berkarat. Kamar mandi di kamar Ibun yang paling memungkinkan menggunakan shower dan air panar. Berhubung sudah lama rusak jadi hanya ditampung di ember saja. 

Bulan Maret di Yogya masih sering turun hujan. Bahkan hampir setiap hari. Berhubung masih pandemi, kita selalu mandi setelah keluar dari rumah. Kebayang kan kalau keluar sampai malam ya tetap harus mandi lah. Kemudian mas Aa berinisiatif untuk memperbaiki kran kamar mandi. Jadi lah kita ke toko untuk membeli kran. Sesampai di rumah mas Aa langsung kotak-katik. Semua dilakukan sendiri. Cukup lama juga mulai dari ba'da dhuhur sampai menjelang magrib belum selesai. Ibun sih memaklumi mas Aa kan bukan tukang yang biasa memperbaiki kran. Tapi, mas Aa pantang menyerah sebelum selesai pekerjaan. Ibun sebenarnya tidak tega melihat peluh bercucuran. 

"Harus selesai hari ini, Bun, kita nggak punya air,"katanya saat Ibun meminta untuk melanjutkan besok saja. Jika memang tidak bisa Ibun bersedia memanggil tukang. Mas Aa bersikeras untuk menyelesaikan. Menjelang Magrib mas Aa sudah dapat memasang kran air, dan kita pun sekarang bisa mandi dengan air panas. Masya Allah, Ibun terharu. Begitu keras niatmu untuk menyelesaikan pekerjaanmu hingga tuntas. 

Bapaaaaak, Alhamdulillah jazakallohukhoiroh ya pak sudah mendidik anak kita. Matur sembah nuwun Bapak. Aaaaah, sudah ya kalau diteruskan Ibun bisa mewek terus nih ingat Bapak 😭.

Jurnal Bintang Hari Ke-2

#harikedua
#tantangan15hari
#zona8bintang
#semuaanakadalahbintang
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia


Kamis, 01 April 2021

Hari Ke - 1 : Profil Unik Mas Aa (Semua Anak Adalah Bintang)

Bingung nih mau bermain bersama siapa untuk zona 8 ini. Temanya adalah Semua Anak Adalah Bintang. Jadi, orang tua kudu pintar-pintar nih lihat bakat anak. Tiga anak Ibun rasanya semua istimewa. Kakak Putri, Mas Aa, dan Dek Diman. Tapi kalau semua ditulis apa nanti jadi nggak fokus ya. Hmm, yang paling urgent mungkin adalah Mas Aa karena kelas 2 SMA, dia sudah mulai menentukan kemana ia akan melanjutkan pendidikan. Kakak, Adek..Ibun zona ini bermain dengan Mas Aa ya. 





#harike1
#tantangan15hari
#zona8bintang
#semuaanakadalahbintang
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Sabtu, 06 Maret 2021

Hari Ke - 4 : Materi Live Kelompok 35

Zona 7 ini, Ibun masuk dalam kelompok 35 yaitu IIP regional Yogyakarta. Bersadarkan pembagian dari Kakawi, tema yang harus dibawakan kelompok adala COMMON QUESTION.


Menarik sih  temanya jadi kita mau menggali pertanyaan-pertanyaan anak yang biasa dilontarkan tentang keinginantahuan mereka tentang SEKSUALITAS. Sejak hari I sebenarnya kita sudah banyak berdiskusi. Akhirnya disepakati kalau pertanyaan anak berdasarkan kategori kelompok umur. Tim Desain mengolah hasil brainstroming sangat apik bangt. Ini covernya : 

Kelompok 35

Hari ini harus dikumpulkan, dengan gerak cepat Tim Desain upload pada link LIVE. Hari ini juga keluar pengumuman kelompok mana yang harus tampil dalam PARADE LIVE. Kelompok 35 belum diizinkan tampil secara LIVE di FB. Walaupun begitu kita sudah belajar dan berproses bersama.


Ibun berkontribusi apa? Heheh, Ibun mengisi pertanyaan untuk kelompok usia > 15 tahun. Pertanyaan seputar kondom. Ibun sudah tulis di blog  pada hari I. 

#harike3

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#pendidikanseksualitas

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia




 

Kamis, 04 Maret 2021

Hari Ke - 3 : Kapan Nikah?

Background vector created by dede_sumiarsih - www.freepik 

 

Cerita Ibun masih bersumber pada anak eh sudah tidak anak lagi ya. Mereka sudah lebih dari 15 tahun. Sudah akil baligh. Kakak sudah 23 tahun dan Mas 17 tahun. Usia ini semestinya sudah mulai tumbuh fitrah keayah-bundaan pada mereka. Semoga bertambah usia mereka semakin dewasa dan siap untuk memiliki peran sebagai ayah dan bunda. 

Beberapa minggu lalu Kakak dan Mas minta izin ke Magelang untuk menghadiri pernikahan teman baik mereka. Teman-teman pengajian mereka. Hmmm, rada berat juga sih karena masih pandemi. Tapi mereka berusaha meyakinkan Ibun akan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Teman mereka yang menikah, mempelai perempuan sudah lulus dan sudah bekerja sementara mempelai laki-laki masih kuliah. Kalau dari usia yaa, mungkin se-umuran Ibun deh saat Ibun menikah dulu. Kakak dan Mas mendapat undangan khusus by name bukan undangan rombongan karenanya mereka ingin sekali hadir. Akhirnya Ibun mengizinkan mereka untuk pergi. 

Seperti biasa saat Ibun lagi santai dengan mereka. Ngobrol tentang pernikahan teman mereka. Sudah cukup siang ketika sampai di sana. Cuma masih sempat makan karena memang sudah ditunggu. Iseng-iseng Ibun tanya pada Kakak dan Mas.

"Kakak kapan nikah?" tanya Ibun pada Kakak.

"Belum tahu, Bun. Memang kenapa? Dulu Ibun nikah umur berapa" tanya Kakak.

"Ya, nggak apa-apa sih. Cuma nanya aja. Dulu Ibun nikah usia 25 tahun. Sesuai dengan proposal yang Ibun ajukan pada Allah".

"Wah, boro-boro proposal nikah. Proposal skripsi aja belon kelar. Aku belum kepikiran ke sana Bun. Kenapa harus buru-buru nikah, Bund?" tanya Kakak lagi.

Hei..umur 25 tahun menikah itu bukan buru-buru sudah ketuaan hehehe. 

"Ibun, mikirnya biar organ reproduksi Ibun masih baik saat punya anak. Dan tidak terlalu tua saat punya anak. Simple aja sih sebenarnya."

"Kalau Mas, kapan rencana nikah?" tanyaku pada Mas.

"Aku ingin nikah muda, Bund. Tapi harus kerja dulu biar bisa ngasih makan anak dan istri."

"Kenapa ingin nikah muda?" tanya Ibun menanggapi jawaban Mas.

"Ya, nggak apa-apa, biar terjaga saja," jawabnya mantap.

Hmm, cooool anak Ibun. Ternyata beda anak beda pikiran dan pandangan ya tentang rencana untuk menikah. 

Apa pun jawaban mereka, Ibun berusaha untuk selalu menjadi teman belajar mereka. 

 


#harike3

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#pendidikanseksualitas

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

 


Rabu, 03 Maret 2021

Hari Ke - 2 : Tak Kenal Maka Tak Sayang


Melanjutkan diskusi kemarin tentang Kondom. Menurut Ibun bukan hal yang tabu ya membicarakan alat reproduksi manusia. Layaknya organ tubuh yang lain, organ reproduksi juga harus dikenalkan pada anak. Terutama anak yang sudah akil baligh. Jangan sampai karena tidak tahu, tidak mengerti membuat mereka memperlakukan organ tersebut salah. Makanya tepat lah pepatah "Tak Kenal Maka Tak Sayang" supaya anak-anak mampu menjaga dan mempergunakan dengan penuh tanggung jawab. 

Jawaban mas tentang Kondom dipasang di Testis membuat Ibun berasumsi mas belum sepenuhnya memahami ogran reproduksi laki-laki. Akhirnya kita membahas sistem reproduksi laki-laki. Cari gambar, menjelaskan nama-nama organ dan menjelaskan fungsinya. 

Mas, Ibun ajak diskusi bagaimana cara kerja kondom dapat mencegah terjadinya konsepsi dan mencegah kehamilan. 

"Jadi Mas, tahu ya Kondom itu harus dipasang dimana?" tanya Ibun.

"Iya, dipasang di batang penis, kan?" jawabnya seperti mencoba meyakinkan Ibun.

"Iya, betul. Dipasangnya harus dalam keadaan ereksi/sudah tegang," jawab Ibun.

"Kenapa, Bun?" tanya Mas. 

"Supaya tidak lepas, kalau belum ya nggak bisa terpasang dan tidak berfungsi baik," jawab Ibun. 

"Ooo, gitu ya," jawabnya. 

Ibun tidak membahasnya lebih jauh. Menyesuaikan saja dengan pertanyaannya kemarin. Ibun sih, berharap Mas sudah memahami. 

"Nanti, kalau kurang jelas nanya lagi ya!" kata Ibun.

"Siyaaap, Bund."

Begitu deh kira-kira diskusi kita tentang kondom yang melebar sampai sistem reproduksi laki-laki. Semoga bermanfaat ya Lek. Jagalah seperti menjaga organ tubuhmu yang lain. 

#harike2

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#pendidikanseksualitas

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia




Hari Ke-1 : Curiosity (Pendidikan Seksual)

 

Setelah cuti satu zona yaitu sona enam, akhirnya belajar kembali. Zona tujuh, Pendidikan Seksualitas. Berharap dapa menyelesaikan zona ini dengan baik tanpa rapel. Susah gaes, secara tidak dapat langsung bersama anak-anak karena kudu dampingi pak suami di RS. Mudah-mudahan lancar sampai selesai. 

Topik zona tujuh menarik nih, Pendidikan Seksualitas. Biasanya tiap zona selalu disertai template oleh Kakawi agar mudah menyetor tugas. Tapi kali ini tidak ada, bahkan sampai akhir minggu ini ada tugas kelompok. Tugas kelompok berdasarkan regional. Nah, berhubung Ibun tinggal di Yogyakarta, Ibun harus masuk di kelompok 35. Sub topik-nya cukup menarik yaitu 'Common Question". Nanti akan diulas berdarasarkan usia anak. Aha, kebetulan nih, ketiga anak Ibun semua telah akil baligh. Semoga mampu bersama kalian.

Ceritanya siang ini sambil menunggu panggilan untuk jadwal operasi Bapak, kami leyeh-leyeh di sofa. Mas berbaring sebelah kiri Ibun, Kakak duduk di sebelah kanan Ibun. Ibun cerita bulan ini tidak boleh cuti dari IIP. Jadi akan kembali belajar. Ibun juga memberitahu mereka bahwa tema zona ini adalah Pendidikan Seksualitas. Ibun bingung mau menulis apa. Tiba-tiba...

"Aku mau tanya. Bund, fungsinya Kondom itu apa sih?" tanya Mas.

Hehehe, kaget gaes di siang bolong ditanya tentang kondom oleh anak lanang. Nggak ada hujan, nggak ada angin tanya kok tentang Kondom sih.

"Kondom itu adalah salah satu alat kontrasepsi. Fungsinya untuk mencegah terjadinya konsepsi (bertemunya antara sperma dan sel telur). Mas tahu kan kalau sperma dan sel telur bisa terjadi apa?" tanyaku

"Kalau itu Aku tahu, Bund," jawabnya. 

"Kamu pernah lihat kondom mas?" tanyaku penasaran. 

"Pernah, kan suka ada di iklan2, terus kok bisa mencegah konsepsi gimana Bun?"

"Tahu cara pakenya nggak?" tanyaku

"Tahu, dipasang di testis kan?" jawabnya. 

Kakak yang sedang main game di sebelahku ngakak. Ingin ketawa takut tersinggung, ya udah menunggu dengan sabar. Dan terus deh bergulir diskusi tentang kondom. Hari ini ada pembelajaran buatku bahwa remaja 17 thn-ku belum terlalu paham dengan organ seks-nya. Santuuuuy mari belajar bersama ya. 

#harike1

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#pendidikanseksualitas

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

BERSAMBUNG yaaa...

Jurnal Kupu-kupu Pekan 7 : Terima Kasih Mentor dan Mentee

  Aaaah, nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Pekan Tujuh, akhir dari tahap kupu-kupu. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. Berkat Rahmat-M...