![]() |
| Business vector created by macrovector - www.freepik.com |
Saat ini semua sudah berubah. Tidak ada lagi Bapak yang ikutan sibuk memberi instruksi pada mas Aa. Hampir semua kerusakan di rumah sudah dapat di-handle oleh mas. Seperti beberapa hari lalu, keran kamar mandi kamar Ibun rusak. Memang sudah lama banget rusaknya karena memang sudah lama dan berkarat. Kamar mandi di kamar Ibun yang paling memungkinkan menggunakan shower dan air panar. Berhubung sudah lama rusak jadi hanya ditampung di ember saja.
Bulan Maret di Yogya masih sering turun hujan. Bahkan hampir setiap hari. Berhubung masih pandemi, kita selalu mandi setelah keluar dari rumah. Kebayang kan kalau keluar sampai malam ya tetap harus mandi lah. Kemudian mas Aa berinisiatif untuk memperbaiki kran kamar mandi. Jadi lah kita ke toko untuk membeli kran. Sesampai di rumah mas Aa langsung kotak-katik. Semua dilakukan sendiri. Cukup lama juga mulai dari ba'da dhuhur sampai menjelang magrib belum selesai. Ibun sih memaklumi mas Aa kan bukan tukang yang biasa memperbaiki kran. Tapi, mas Aa pantang menyerah sebelum selesai pekerjaan. Ibun sebenarnya tidak tega melihat peluh bercucuran.
"Harus selesai hari ini, Bun, kita nggak punya air,"katanya saat Ibun meminta untuk melanjutkan besok saja. Jika memang tidak bisa Ibun bersedia memanggil tukang. Mas Aa bersikeras untuk menyelesaikan. Menjelang Magrib mas Aa sudah dapat memasang kran air, dan kita pun sekarang bisa mandi dengan air panas. Masya Allah, Ibun terharu. Begitu keras niatmu untuk menyelesaikan pekerjaanmu hingga tuntas.
Bapaaaaak, Alhamdulillah jazakallohukhoiroh ya pak sudah mendidik anak kita. Matur sembah nuwun Bapak. Aaaaah, sudah ya kalau diteruskan Ibun bisa mewek terus nih ingat Bapak 😭.
![]() |
| Jurnal Bintang Hari Ke-2 |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar