Sedih..., itu yang Ibun rasakan saat melakukan psikoterapi pada pasien kedua hari ini. Pada awal sesi terapi, tampak jelas sekali ia kurang bersemangat, datang dengan penampilan seadanya. Memakai sweater warna tidak jelas antara putih dan abu-abu, bercelana panjang training dengan warna senada. Memakai kaos kaki sebatas mata kaki dan menggunakan sandal warna hitam.
Setelah menjelaskan prosedur terapi, pasien diminta menandatangani surat persetujuan tindakan klinis. Ketika mulai sesi, ia tampak bingung apa yang harus diceritakan. Ibun mencoba bersabar dan diam mendengarkannya. Ternyata ia memiliki trauma yang cukup tragis saat SMA. Orang tua membantu dengan cara menutup serapat mungkin trauma tersebut tanpa pernah membicarakan perasaan pasien. Pasien sendiri berusaha menekan sekuat tenaga konfliknya mendorongnya terbenam di alam bawah sadar. Alhasil cara tersebut membuat pasien mudah tertrigger.
Ibun banyak mengambil pembelajaran hari ini yaitu tunggu mitra bicara untuk terbuka. Perlu kesabaran dan fokus dalam mendengarkan teman yang mamiliki masalah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar