Minggu, 09 Januari 2022

Game 2_Telur Merah - Lacak Kekuatanmu : Kenali Kebutuhan Belajar-mu

www.animals-zone.com/life-cycle-caterpillar-to-butterfly


Wah, sudah masuk tahap telur selanjutnya yaitu telur merah. Ibun baru tahu kalau telur kupu-kupu itu punya tahapan warna dalam perkembangannya. Punya makna apa ya telur warna merah itu. Kalau warna merah itu melambangkan 'keberanian'. Asumsinya saat pelacakan kekuatan Ibun perlu berani menentukan apa yang akan Ibun pelajari sesuai kebutuhan dan prioritas. 


5 Telur Hijau

Hasil identifikasi keinginan belajar Ibun berdasarkan telur hijau. Ada 5 telur hijau yang Ibun pilih, yaitu Me time bersama anak, Food preparation, Journaling, Yoga dan Mindfulness serta Melukis Slide.

What's next? 
Agar telur hijau terus tumbuh dan berkembang baik. Perlu ditentukan lingkungan yang mendukung. Juga amunisi makanan yang tepat tentunya. 

Ibun akan coba mengidentifikasi kembali apa saja yang dapat mendukung masing-masing telur hijau. Perlu telaah mendalam nih sepertinya. 
Identifikasi telur hijau I : Me time bareng anak
Ada 6 keterampilan yang Ibun butuhkan untuk menjaga telur hijau. Termasuk bahasa isyarat, bahasa non verbal termasuk keterampilan memahami gesture.  
Kenapa bahasa Isyarat? Iya Ibun juga ingin bisa bicara dengan teman difabel tuli termasuk dapat me time bersama mereka. Agile management untuk apa? Ibun perlu untuk memanage keluarga. Kenapa Agile? Menurut literasi yang Ibun baca, dalam memanage suatu organisasi perlu suatu kelenturan apa lagi dengan perkembangan zaman yang kadang berdampak banyak perubahan 😁.

Identifikasi telur hijau II : Food Preparation
Setelah Ibun kaji pengeluaran setiap bulan, ada yang lucu dalam keluarga. Pengeluaran ternyata banyak dari makanan termasuk jajan, terutama bila Ibun nggak masak. Berhubung Ibun kudu kerja, jadi perlu hal yang praktis mulai dari persiapan sampai penyajian.


Identifikasi telur hijau III : Journaling
Saat Ibun mendampingi bapak di RS rajiiin banget buat jurnal. Eee...sekarang kok rasanya nggak punya waktu. Padahal Ibun suka banget. Jadi ada 4 hal yang perlu Ibun tingkatkan. 

Identifikasi telur hijau IV : Yoga dan Mindfulness
Ibun perlu yoga dan mindfulness untuk menyeimbangkan kondisi mental dan fisik Ibun. 

Identifikasi telur hijau V : Melukis Slide
Ibun sebenarnya sudah tahu kuncinya yaitu rajin berlatih. Kalau teman-teman bilang rajin mengasah kapak supaya design-nya semakin bagus. Tapi tetap-lah dibutuhkan teknik-teknik praktis untuk membuatnya. Ini yang ingin Ibun pelajari.

                                                                             


Setelah identifikasi telur hijau dilanjutkan membagi menurut skala prioritas berdasarkan Mendesak dan Penting.
Ibun harus menyadari apa yang Ibun mampu dan tidak mampu. Jadi memang perlu dilakukan berdasarkan prioritas. 

Kuadran I merupakan hal-hal yang perlu Ibun lakukan segera karena penting dan mendesak. 
Kuadran II  merupakan hal-hal yang perlu Ibun lakukan dan pelajari tapi tidak mendesak. 
Kuadran III dan IV bukan berarti Ibun tidak akan mempelajarinya tapi tidak terlalu penting dan tidak mendesak jadi bisa ditunda. 

Berdasarkan kuadran I (mendesak dan penting), Ibun perlu telaah lebih dalam lagi ini, keterampilan apa yang Ibun perlukan. 

4 Telur Merah
Taraaaa.... keluar deh 4 (empat) telur merah. Kok cuma empat ? Hehehe, Ibun kudu sadar diri nih karena waktu belajar di Bunda Cekatan tidak panjang yaitu kurang lebih 6 (enam) bulan saja. Kalau terlalu banyak, khawatirnya Ibun cuma bisa mendapat kemampuan kulitnya saja. Padahal, target dalam Bunda Cekatan adalah sampai mencapai Berkarya dari 5 B Core Value IIP (Belajar, Berkembang, Berkarya, Berbagi, dan Berdampak).

STRONG WHY
Ibun menyadari sebagai single parent perlu mengelola semua hal se-efisien dan se-efektif mungkin. Memang waktu masih ada bapak bagaimana? Saat ada bapak, pertimbangan dalam membuat keputusan akan final bila mendapat persetujuan bapak. Ibun harus tetap menjalankan biduk keluarga ini. 

Ibun menyadari terlalu banyak kelemahan dalam diri dalam mengelola keluarga. Tapi Ibun akan terus belajar semoga Allah masih memberi waktu dan mengizinkan mendampingi anak-anak menemukan kebahagiaan mereka menjadi insan kamil. 

CEO Keluarga Pras
Ibun akan mengasosiasikan keluarga sebagai suatu proyek dalam perusahaan. Untuk itu perlu membangun team work yang solid dalam keluarga. Tiap anggota keluarga akan mendapat peran dan tanggung jawab sebagai anggota keluarga. Berdasarkan literasi yang pernah Ibun baca softskill yang perlu dimiliki seorang CEO adalah : kemampuan komunikasi yang efektif, kemampuan bernegosiasi, dan memanage organisasi. Rasanya sudah terwakili dari beberapa telur merah ya.

Konselor Keluarga
Ibun ingin menjadi teman bermain, teman bicara, dan teman belajar anak-anak. Ibun masih merasa ada gap dalam berkomunikasi dengan anak-anak. Ibun merasa masih terlalu mendominasi dalam berdiskusi dengan mereka sehingga masih saja ada salah paham di antara kami. Pilihan menjadi konselor keluarga mungkin bisa menjadi solusi untuk hal ini. Konselor tidak boleh mendominasi dalam berdiskusi tapi memfasilitasi untuk mebantu dan mencari problem solving yang tentunya diputuskan oleh klien itu sendiri. 

Semoga strong why ini cukup kuat untuk menemani Ibun dalam berpetualang di hutan kupu-kupu. 

#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#telurmerah
#lacakkekuatanmu
#jurnalmaintelurmerah

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Kupu-kupu Pekan 7 : Terima Kasih Mentor dan Mentee

  Aaaah, nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Pekan Tujuh, akhir dari tahap kupu-kupu. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. Berkat Rahmat-M...