Minggu, 11 Oktober 2020

Hari Ke - 11 : High Five

Uhuuy, sudah hari ke-sebelah saja. Perasaan Ibun kok belum melakukan apa-apa ya untuk mendukung kemandirian anak-anak. Walaupun begitu Ibun menikmati prosesnya. Naik turun semangat anak-anak untuk melakukan tugas yang sesuai kesepakatan. Uuups, nggak usah dibahas sekarang nanti ada waktunya.

Kita mulai dari pagi hari ya. Seminggu ini kakak selalu setiap bangun pagi langsung mandi. Ibun senang saja. Kelihatan lebih tertib. Kemudian dilanjutkan belajar. Untuk hal belajar, Kakak memang terbilang rajin dan tekun. Walaupun kadang Kakak merasa nggak sanggup belajar akuntansi, tapi Kakak tetap belajar. Ya, iya lah wong dulu dia anak IPA. Tapi Kakak berusaha untuk bertanggung jawab menyelesaikan setiap semesternya. Nilainya pun nggak jelek-jelek amat. 

Ibu ingat, kamar mandi sudah mulai kotor. Biasanya selalu dibersihkan oleh ART (Asisten Rumah Tangga) kami. Berhubung ART kami sedang cuti karena harus merawat orang tuanya yang sedang sakit, kamar mandi belum sempat dibersihkan. Ya, ini jadi kesempatan baik untuk melatih Kakak untuk membersihkan kamar mandi. 

"Kakak, sebelum selesai Ibun mau kamar mandi sekalian disikat ya. Lantainya sudah kotor sekali," kata Ibun.

"Aku nggak bisa, Bun," jawab Kakak dari dalam kamar mandi. 

"Dicoba dulu, Kak. Jangan bilang nggak bisa sebelum mencoba. Sikatnya kan ada di dalam," jawab Ibun.

Terus Ibun tinggal masak nasi goren. Ibun harus cepat-cepat selesai karena mau beli obat untuk Bapak. Bapak sejak tadi malam menggigil. Tadi pagi, Ibun mengukur suhu Bapak 37,8 C. Belum lagi, Bapak mengeluh mual-mual ingin muntah. Sepertinya Bapak mengalami ISK (Infeksi Saluran Kemih). 

Ibun selesai masak, Kakak pun selesai mandi. 

"Gimana, bisa kan?" tanya Ibun pada Kakak. 

"Nggak bisa, Bun," kata Kakak sambil berjalan ke belakang untuk menjemur handuknya. 

Ibun melongok ke kamar mandi dan ternyata lantai kamar mandi sudah bersih. Terima kasih Kakak. Benar kan, jangan bilang dulu nggak bisa kalau kita belum mencobanya. Toos dulu, Kak.

"Yuhuuuu, kotoran Siomay sudah banyak nih di bak pasir," teriak Ibun supaya anak-anak tergugah. 

"Ibun ingin kotoran Siomay hari ini sudah dibuang ya! Ingat kan, kotoran kucing itu mengandung apa?" tambah Ibun lagi. 

Saat Ibun sibuk melayani Bapak, secara tidak langsung melihat dua kakak beradik sedang berjongkok di dekat bak pasir Siomay. Mas mencoba mengangkat kotoran dari bak pasir. Kakak menunggui Mas selesai mengangkat semua kotoran Siomay. 

"Bukannya yang nyerok itu Kakak ya?" tanya Ibun. 

"Iya, kaki Mas sakit kalau jalan ke depan," kata Mas. 

Ibun ingat kesepakatan mereka kalau Kakak yang menyerok, Mas yang membuang ke halaman supaya jadi pupuk. Ibun ingat, tadi malam Mas mengeluh kakinya sakit sepulang dari badminton. Mas mengatakan bahwa kakinya sepertinya terkilir karena sempat terjatuh dan posisi kakinya agak miring. 

Jujur ya, Ibun terharu kebersamaan mereka. Mereka ternyata mampu berkerjasama dengan baik. Ibun merasa sangat bahagia melihat mereka bersemangat. Terima kasih ya kesayangan-kesayangan Ibun. Toos dulu kitaaa.

#harikesebelas #tantangan15hari #zona2kemandirian #pantaibentangpetualang #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Kupu-kupu Pekan 7 : Terima Kasih Mentor dan Mentee

  Aaaah, nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Pekan Tujuh, akhir dari tahap kupu-kupu. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. Berkat Rahmat-M...