Kamis, 17 September 2020

Hari Ke - 15 : Garang Asem

Hai..hai..akhirnya hari ke-limabelas sampai juga. Lima belas hari berturut-turut menulis dan mengerjakan tantangan. Hahaha, ternyata ibun bisa ya. Hari ke-limabelas ibun tutup dengan cerita tentang Garang Asem ya. Sayur yang asem-asem sedap itu loh. Ceritanya ibun hari ini masak sayur Garang Asem, karena masak ini akhirnya ada tantangan yang bisa ditulis.


Kalau tidak salah dua hari yang lalu, ibun dapat kiriman blimbing wuluh dari sahabat ibun. Lumayan banyak, satu kantong plastik kresek ukuran sedang. Biasanya blimbing wuluh ibun masak sup daging asem manis. Nah, hari ini ibun ingin coba masak sayur garang asem.

"Ibu ingin masak yang seger-seger ya pak!"pernyataan ibun pada bapak. 

"Mau masak apa?"tanya bapak.

"Kan ada banyak blimbing wuluh tuh, jadi mau dimasak garang asem. Kemarin sdh beli ayam pas belanja bareng kakak."

"Hmm, boleh bu, bapak suka juga garang asem. Bumbunya apa saja?"tanya bapak.

"Brambang, bawang putih, daun salam, cabe merah, tomat hijau, blimbing wuluh, lengkuas, serai, garam, dan gula"kata ibun. 

"Nggak usah pake lengkuas dan serai bu!"kata bapak

"Itu ibu lihat resep di recook yang urutannya nomor satu gitu resepnya. Banyak di-recook juga oleh orang lain."

"Belum tentu enak bu, biar pun yang me-recook banyak,"kakak ikut menimpali.

"Harusnya pake cabe hijau bu!'kata kakak.

"Iya sih, tapi kan nggak ada, jadi cabe merah aja,"kata ibun.

"Yang penting nggak usah pake lengkuas dan serai ya bu!"bapak menekankan pesan pada ibun.

Hmm, kok pada maksa gitu sih. Ibun tahu persis bapak dan kakak yang memaksa ibun tidak menggunakan serai dan lenkuas, belum pernah sama sekali memasak garang asem. Ya...jadi ibun sangsi juga dengan usul mereka. Kalau ibun ditanya, memang ibun sudah pernah masak garang asem? Belum juga, hahahaah. Tapi ibun ada data empiris dari recook. Kalau mereka hanya mengandalkan sense-nya saja.

Akhirnya ibun memenuhi permintaan mereka, memasak garang asem tanpa bumbu serai dan lengkuas. Sebelum ibun mematikan api kompor, ibun tes rasa dulu. Ibun juga menyuapi kuah garang asem satu sendok teh pada bapak.

"Kurang apa pak?"tanya ibun.

"Hmm, kalau bapak sih sudah pas rasanya."

Ooo..ya sudah kalau gitu. Indikator masakan enak di rumah ya lidah bapak. Karena bapak gizi harus terpenuhi. Dan ibun pun mematikan api kompor dan sayur Garang Asem by Chef Ibun Tika siap disajikan.

Senang deh, karena semua mau menikmatinya. Bapak makannya lahap. Kakak dan mas juga. Hehehe, ada saatnya juga ya kalau kita perlu memberi kesempatan dan menerima pendapat orang lain.

Bintang ibun hari ini 5 (lima) ya. 


#harike-limabelas #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Kupu-kupu Pekan 7 : Terima Kasih Mentor dan Mentee

  Aaaah, nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Pekan Tujuh, akhir dari tahap kupu-kupu. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. Berkat Rahmat-M...