Sabtu, 12 September 2020

Hari Ke - 10 : Need a cup of coffee

Secangkir kopi menemani ibun di sore hari ini. Ibun mencoba menghirup dalam-dalam aroma kopi klasik yang ibun seduh beberapa menit lalu. Hmmmm, berasa relax. Nggak tahu ya..ibun suka banget kopi. 

Saat menikmati dan menyeruput kopi, ibun sambil refleksi diri. Apa yang sudah ibun lakukan, mana yang perlu ibun perbaiki dalam berkomunikasi dengan anak-anak ibun. Memang belum semua teori yang disampaikan di Bunda Sayang ibun praktekkan. Tapi belum ada titik terang maksudnya belum ada perubahan yang cukup signifikan.

Hai...hai... semua butuh proses, ya kan? Ibun tetap harus mencoba dan berusaha. Ibun nggak tahu hari keberapa akan terjadi perubahan. Hmmm, ada untungnya juga ya pembelajaran di IIP mengikat ilmu dengan menulis. Semuanya jadi bisa terdokumentasi.

    
Ibun tidak terlalu banyak berinteraksi dengan anak-anak. Ibun hanya meminta apa yang diinginkan. Untuk kakak, ibun ingin sprai dan bedcover di tempat tidurnya diatur dengan rapi. Sprai tampak tergulung di ujung kasur, membuat sebagian besar kasur tidak tertutupi sprai. Bedcover tidak dilipat hanya digulung-gulung saja.  

Ibun tanya apakah ada kesulitan untuk memenuhi permintaan ibun? Kakak toh sudah bisa melakukannya ini bukan suatu hal yang baru baginya. 
"Aku nggak mau nyucinya bu?" jawabnya.
"Kenapa? Bukankah mudah hanya menyuci satu sprai saja? Ibu pun melakukan hal yang sama nyuci pake mesin.
Kakak hanya diam saja.

Ibun tidak memperpanjang percakapan di atas. Ibun kecewa, tapi ibun menahan diri untuk tidak mengungkapkannya. Ibun keluar kamar menuju ruang tengah untuk menemani bapak. 
"Hehehe, susah bu?"
Ibun cuma tersenyum getir. Hahah, bapak selalu tahu apa yang ibun rasakan.

Untuk mas, ibun tanyakan juga kenapa tahi kucing belum dibuang? Ibun juga menyampaikan keinginan ibun untuk segera dibuang karena bau-nya itu loh membuat ruang makan ber-aroma tahi kucing. 

"Nanti malam ya bu, nunggu banyak dulu biar nggak dua kali kerja."
Oke...ibun tunggu mas. 


Bintang ibun hari ini 4 (empat) ya...ibun merasa emosi ibun cukup terkendali menyikapi respon dari kakak dan mas.  

Rencana ibun besok tetap memotivasi kakak dan mas untuk komitmen menjalankan kewajibannya. Bisa...iya yakin bisa saja. Walaupun nggak tahu kapan akan berubah.

#harike-kesepuluh #tantangan15hari #zona1komprod #pantaibentangpetualang #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Kupu-kupu Pekan 7 : Terima Kasih Mentor dan Mentee

  Aaaah, nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Pekan Tujuh, akhir dari tahap kupu-kupu. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. Berkat Rahmat-M...