Selasa, 21 Januari 2020

Stand by you

Hari ini adalah hari kedua pasca rawat inap bapak. Hari kedua juga ibun cuti. Ibun cuti untuk mengkondisikan rumah supaya bapak tetap dapat nyaman setelah ibun kembali bekerja.

Setelah sholat subuh bapak minta izin untuk melanjutkan tidur.
"Ngantuk banget bu," kata bapak.
Tadi malam ibun berikan obat racikan pereda nyeri dan didalamnya memang ada anti-cemas. Efeknya memang mengantuk. Bapak tampak lebih segar daripada kemarin.
"Sakitnya berkurang jauh bu, jadi bapak lebih nyaman."

Berdasarkan surat kepulangan dari RS paska rawat inap, harusnya hari ini bapak kontrol ke RS. Tapi bapak memilih untuk menunda.
"Capek bu, kalau harus naik ambulance. Mana tulang punggung bapak sakit sekali."

Saat ini bapak tidak bisa duduk hanya bisa berbaring. Otomatis mobilisasinya terganggu. Kami tidak dapat membawa untuk kontrol tanpa menggunakan ambulance. Bapak harus dinaikkan di atas blankar baru bisa masuk ke dalam ambulance. Hal itu sangat menyakitkan dan melelahkan bapak.
"Seandainya ada pemeriksaan tanpa bapak harus ke rs itu sangat membantu banget,"kata bapak.
"Ada pak, homecare, jadi nanti dokter atau perawat yang datang ke rumah untuk memeriksa bapak,"jawab ibun.
"Boleh tuh bu, ibu daftarkan ya bu," pinta bapak.

Siang tadi ibun daftarkan untuk program homecare. Ibun sudah menceritakan perjalanan penyakit bapak dari awal hingga akhir. Ibun sih inginnya dokter homecare merupakan perpanjangan tangan kami yang akan terhubung dengan konsultan. Hmm, lumayan lama juga untuk memenuhi pemberkasan untuk pendaftaran homecare. Sementara ibun sudah ditunggu ada klien di klinik.

Selesai bertemu klien ibun langsung pulang karena semua urusan sudah ibun anggap beres. Saat on the way home wa ibun berdering.
"Bu, sudah sampai mana?"tanya bapak.
"Lagi jalan pulang, di jalan palagan. Bagaimana pak?"
"Oo, ya udah. Ditunggu di rumah ya!"
"Ada apa pak?"tanya ibun.
"Nggak apa-apa nanti juga tahu,"jawab bapak.
"Bapak pup ya?"tanya ibun.
"Hehehe..iya!"
Hahaha...akhirnya yang ditunggu datang juga setelah dua hari nggak nongol-nongol.

Ok pak...ibun segera meluncur. Hehehe..pemenuhan hajat yang tidak bisa ditunda. Ibun punya kewajiban untuk membersihkannya dan menjamin bapak kembali merasa nyaman. Hehehe, saat ini BAB menjadi suatu hal yang ditunggu.

Terima kasih bapak, selalu memberi kesempatan ibun untuk mencari pahal melalui bapak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Kupu-kupu Pekan 7 : Terima Kasih Mentor dan Mentee

  Aaaah, nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Pekan Tujuh, akhir dari tahap kupu-kupu. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. Berkat Rahmat-M...