Jumat, 24 Januari 2020

Bahagia melihatmu

Ibun kemarin tidak sempat menulis karena sampai rumah sudah jam 11 malam. Tidak ada tenaga untuk menulis. Semoga hari ini bisa lancar menulis ya.

Pagi tadi sambil menunggu bapak bangun Ibun seperti biasa menyiapkan sarapan. Menu hari ini lele goreng dan sayur bening daun kelor dan jagung manis. Semoga semua suka ya.

Setiap bapak bangun pagi, ibun berusaha menyediakan lemon hangat untuk diminum. Kadang ibun suka menambahkan teh celup dan sedikit gula. 
"Bu, bapak eek nih."
"Mau eek atau sudah eek?"tanya Ibun.
"Sudah."
"Oo, ok deh ibu siapkan dulu perlengkapannya ya. Bapak minum lemon hangat dulu biar mulutnya nggak kering dan pencernaannya mulai bekerja."
"Kok, jadi tiap hari ya bu?"tanya bapak.
"Loh, bukannya malah bagus ya? Artinya pencernaan bapak sehat."
"Kasihan ibu jadi repotnya tiap hari,"kata bapak.
"Nggak apa-apa, ibu santai aja kok."

Sambil mempersiapkan perlengkapan mandi bapak. Ibun berpikir, ini mah belum seberapa dibandingkan perjuangan istri Nabi Ayub yang sampai harus memotong rambut panjangnya untuk mendampingi sang suami. Ibun lebih repot lagi kalau bapak nggak bisa bab seperti waktu mondok di RS beberapa minggu lalu. Bapak kesakitan dan seperti tak berdaya menahan nyeri karena ingin bab. Ibu sampai harus mengorek-korek dubur bapak agar kotoran bapak bisa keluar. Ini mah belum seberapa ya pak. Jadi santuuuy saja. Kita kan sudah sepakat untuk berproses bersama.

"Wah, segaaar rasanya,"kata bapak.
Setelah semua selesai. Mulai dari keramas, menyeka bapak dan membersihkan kotoran. Semua berjalan lancar. Waktu yang dibutuhkan lebih cepat sehingga tidak perlu banyak waktu dan tenaga yang terbuang.
"Alhamdulillah jazakillahukhoiroh ya bu."
"Aamiin..pak,"jawabku.

Tiba saatnya sarapan. Hmm, bapak sarapan tadi pagi cukup banyak. Nasi hangat dan lele goreng. Sayurnya belakangan. 
"Tambah ya bu!"pinta bapam.
Waah, ibun senang banget. Padahal sebelum makan bapak sudah menghabiskan 2/3 buah pear besar. 
Alhamdulillah.

Siang hari, ahli gizi homecare RS datang untuk assesment status gizi bapak. Ibun ditanyai tentnag kebiasaan makan dan minum bapak. Juga bab dan bak bapak. Minggu depan dia berjanji akan berkunjung kembali untuk membuatkan menu makanan sesuai kebutuhan bapak.

Bahagia rasanya melihat bapak semangat untuk makan. Suatu pertanda baik. In syaa Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Kupu-kupu Pekan 7 : Terima Kasih Mentor dan Mentee

  Aaaah, nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Pekan Tujuh, akhir dari tahap kupu-kupu. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. Berkat Rahmat-M...